Para Penumpang Pesawat Yang Terhormat..!!



Cabin@ Etihad
Kemanapun kaki melangkah, pasti semua akan saya amati termasuk ketika melakukan perjalanan di pesawat. Dari mulai, bandara, petugas imigrasi, porter, check in counter, airport lounges, services, cabin crew, makanan, dan yang paling menarik adalah mengamati penumpangnya, termasuk gaya dan tingkah lakunya.

Awal November lalu, kebetulan pulang naik srilankan, dan sudah pasti harus transit di Colombo. Seperti biasa kalau naik pesawat dari timur tengan ke Indonesia, kebanyakan penumpang adalah mereka yang pergi umroh dan mbak2 TKW, nampak juga beberapa para lelaki arab yang mungkin mereka adalah businessman atau mungkin juga turis2 arab yang ingin mencari kesegaran dan sentuhan alami di daerah puncak Bogor. Sudah jutaan kali naik pesawat melewati jalur ini dan penumpangnya golongan mereka-mereka juga.

FYI, ngomong-ngomong tentang puncak, sebenarnya sangat terkenal dimata turis Arab loh, mereka menyebutnya “Jabal Akhtar” alias gunung hijau. Ada beberapa kenalan orang arab yang sering datang ke puncak, biasanya saya suka ngeledekin kalau tau mereka kesana, sampai mereka tersipu-sipu, kadang sering juga ada rasa iseng dan mengorek-korek apa sih yang kalian lakukan disana? lalu keluarlah semua cerita yang memang saya tunggu-tunggu….oolala serunya! What a beautiful life lol.

Kendala Bahasa
Masalah kesegaran puncak nan alami, saya akan bahas lain kali, jadi mohon bersabar. Sekarang kembali ke topik utama, penumpang pesawat. Kira-kira 15 menit di ruangan boarding, kemudian ada announcement dari salah satu petugas bagian boarding yang pastinya dalam bahasa inggris. Ting tong…. “mohon perhatian….kepada bapak yang bernama ahmad harap menuju ke boarding counter, terimakasih”
Tiba-tiba seperti di komando rombongan umroh bapak-bapak dan ibu-ibu termasuk mbak TKW yang sok cantik yang duduk persis didepan saya, langsung berdiri berjalan menuju boarding gate, lalu berbaris dan membuat antrian siap grak!
OMG whats wrong with u guys? Apa yang sedang kalian lakukan? Memangnya sudah ada panggilan buat masuk pesawat? Bisa dimaklumi kebanyakan mereka dari daerah yang mungkin tidak paham bahasa inggris jadi dalam situasi itu, apapun yang didengar, mereka akan mengira itu adalah panggilan untuk boarding, tapi come on kan disitu ada leader nya, apakah leader nya juga mengalami kendala bahasa? masa pemimpin umroh gak tau sih kalau itu panggilan untuk bapak ahmad bukan panggilan untuk masuk pesawat? Bagaimana mungkin pemimpin tidak memberikan informasi yang benar buat anggotanya? Are u ok?
Beberapa orang asing tampak terheran-heran sambil senyum lihat pemandangan ini, sementara dalam hati saya merasa bingung, menahan rasa antara malu dan prihatin, tapi ahirnya saya lanjutkan dengerin music sambil pura-pura tidur dan tidak melihat apa-apa, case closed!

Its about safety! So fasten your seat belt!
Perilaku lain yang paling menyebalkan dan bikin malu saya sebagai kaum pribumi tulen adala ketika melihat mereka buru-buru membuka seat belt dan langsung berdiri padahal pesawat baru saja landed menyentuh landasan! Sering juga lihat pramugari sampai marah dan berkali-kali menyuruh agar mereka duduk kembali. Its really shame! Sepertinya bangsa kita gak ada yang ngerti tentang standard internatonal keselamatan penumpang dalam penerbangan padahal sudah diingatkan berkali kali oleh pilot dan juga pramugari!
Lagi-lagi yang kemarin sempat saya lihat adalah rombongan umroh dan para pahlawan devisa. Sabar….tentu sebenarnya mereka tak bisa disalahkan, karena bisa jadi itu adalah penerbangan pertama buat mereka tapi sekali lagi, kan ada pemimpinya? dimana dia? Apa mungkin sudah lelah? Wahai pemimpin rombongan umroh, please, jangan cuma pandai mengajari mereka tentang ibadah ritual, dan membawa mereka ke tempat-tempat belanja, jabal rahmah, masjid terapung dll lalu anda merasa tugas anda selesai, kemudian anda lupa betapa pentingnya mengajari anggotanya untuk mematuhi aturan-atiuran standard keselamatan dalam perjalanan.

Mengapa wajib mengajari mereka tentang keselamata penerbangan? Alasan pertama adalah demi keselamatan bersama dan mereka sendiri, safety first! Masih ingat kan beberapa penumpang pesawat cidera ketika ada turbulence dan kebanyakan mereka adalah rombongan umroh yang tidak memasang seat belt. Alasan kedua adalah harga diri bangsa, tunjukan bahwa kita adalah bangsa yang melek dan mematuhi perarutan international! Yes, gak usah jauh-jauh teriak anti aseng asing, its so ndeso and well.. its quite disgusting karena sama sekali gak ada hubunganya dengan patriotism! Harga diri bangsa bisa ditunjukan lewat banyak cara termasuk dari hal-hal yang sederhana dan mungkin terlihat sepele, seperti mematuhi peraturan keselamatan penerbangan dan menunjukannya didepan bangsa lain! So simple!

Taatilah peraturan keselamatan
Sebenarnya kalau diamati, perilaku ini selalu ada di dalam penerbangan international dan domestic. Beberapa orang memang belum paham tentang safety, dan beberapa lagi tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dipesawat.
Seperti umumnya naik kendaraan umum di darat baik bus atau kereta bahkan angkot, kita diwajibkan untuk bersiap2 dan berkemas sebelum turun. Tapi tentu saja pesawat sangat berbeda dan memiliki peraturan sendiri.
Sekali lagi, ini adalah masalah safety, no excuse! Tidak ada alasan untuk tidak ditaati. Maka jadilah penumpang pesawat yang dewasa dan bertanggung jawab, yang bukan hanya memperhatikan penampilan, tapi juga kesadaran untuk mematuhi peraturan keselamatan bersama. Gak mau kan kalau tiba-tiba ada orang yang bisik-bisik sambil bilang…waduh cakep-cakep kok ndeso! Langsung turun pasaran! apalagi kalau yang bilang itu orang asing, maka bukan cuma keselamatan tapi juga harga diri bangsa sedang berada di tangan anda!


Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Terbang dengan Srilankan Airlines (Srilankan Airlines Review)

Musim Panas Di Kuwait

Tips & Cara Mudah Ke Genting Highland dari KL Sentral